Minuman Bersoda, Segar Tapi Merusak Gigi

September 14, 2007

Anda yang hobi menenggak minuman bersoda harus bersiap mengalami kerusakan gigi, pasalnya minuman ini akan mengikis enamel gigi sekuat zat asam yang ada pada baterai.

Ini merupakan hasil dari studi terkini tentang efek dari minuman bersoda yang dipublikasikan dalam Academy of General Dentistry (AGD). Selama ini minuman bersoda sering dihindari oleh mereka yang takut gemuk karena kandungan gula di dalam minuman ini. Namun ternyata masih ada bahaya lain yang mengintai, yakni kerusakan enamel gigi. Demikian kesimpulan yang dihasilkan tim peneliti dari Southern Illinois University School of Dental Medicine.

Kerusakan enamel yang diakibatkan tidak main-main. Dalam tiga menit setelah kita meminum soda, terjadi pengikisan enamel 10 kali lebih kuat dibandingkan dengan minuman jus buah. Menurut para ahli, kandungan asam sitrat yang terdapat dalam segala jenis minuman soda menjadi biang keladinya.

Dalam risetnya, para ahli mengukur tingkat keasaman atau pH dari 20 jenis softdrink yang beredar di AS, seperti Coca Cola, Pepsi, 7up, dan lain-lain, segera setelah tutup kaleng dibuka. Lalu sepotong kecil enamel gigi dicelupkan di dalamnya. Setelah 48 jam enamel tersebut ditimbang untuk mengetahui jumlah perbedaan berat sebelum dan sesudah dicelupkan.

Hasilnya, gigi yang dicelupkan ke dalam Coke, Pepsi, RC Cola, Surge, 7 Up dan Diet 7 Up, kehilangan berat lima persen. Sedangkan minuman soda lainnya menyebabkan penurunan berat enamel antara 1,6 – 6 persen.

Menurut juru bicara AGD, Kenton Ross, minuman bersoda yang paling tinggi kadar asamnya adalah RC Cola dengan jumlah pH 2,387 (kadar pH berkisar dari 0-14, dengan nilai 0 merupakan yang paling asam). Peringkat kedua adalah Cherry Coke dengan kadar pH 2,522 dan ketiga adalah Coca Cola dengan kadar 2,525.

Sebagai perbandingan zat asam yang terdapat pada beterai adalah 1,0 dan air murni pada suhu ruangan memiliki pH 7,0. Menurut tim peneliti, dari hasil riset ini diketahui bahwa tingkat keasaman yang dikandung dalam minuman bersoda bukanlah penyebab utama erosi gigi. Jenis zat asam dalam soda, kadar dan kandungan kalsium juga menjadi faktor. Asam sitrat merupakan zat asam yang paling kuat mengikis enamel dan banyak ditemukan dalam softdrink.

“Kesimpulannya adalah keasaman yang ada dalam softdrink sudah cukup merusak gigi dan harus dihindari,” kata Ross dalam pernyataannya.

Namun bantahan muncul dari juru bicara asosiasi makanan Amerika (American Beverage Association), Tracey Halliday. “Hasil penelitian ini tidak mencerminkan realitas sesungguhnya dan tidak bisa diterapkan dalam situasi nyata dimana pola makan dan kebiasaan minum seseorang berbeda satu dengan yang lain. Lagipula banyak faktor lain yang membuat kerusakan gigi,” katanya.

Gizi.net


Hari Ini Milik Anda

September 14, 2007

Narasumber: La Tahzan dari DR. ‘Aid al-Qarni

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari
inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kamerin yang telah berlalu
dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.

Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup
Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik di antara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acap kali menakutkan.

Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian,
kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan Al-Qur’an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi
waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan
sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang

paling indah untuk hari itu. Beristighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, istri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu dan jabatan Anda hari ini dengan penuh kebahagiaan.

(Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur.) (QS. Al-A’raf:144)

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan dan kemarahan, kedengkian dan kebencian.

Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula pada meja kerja Anda): Harimu adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda.

Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa
Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atau>mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi.

Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad
yang kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan
menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan,
mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.

Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, “hanya hari ini aku
berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor
dan jorok yang menjijikan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan
juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tak semrawut dan berantakan. Dan karena hanya hari ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku.”

Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat
tenaga untuk taat kepada rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunah nafilah, berpegang teguh pada Al-Qur’an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.

Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam
hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri baik sikap takabur, ujub, riya’,dan buruk sangka.

Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku
akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada
siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah ,menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang
kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu orang yang di dzolimi, meringankan penderitaan yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua.

Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, ” Wahai
masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti
mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedikitpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.”

“Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak
akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu, sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan.”

“Hari ini milik Anda”, adalah ungkapan yang paling indah dalam
“kamus kebahagiaan”. Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah